Pusat Informasi
Klik untuk melihat detail
Perjuangkan Hak Masyarakat, Bupati Seruyan Kawal Kewajiban Plasma 20 Persen PT BAP ke Kementerian ATR/BPN
Jakarta – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E. melakukan audiensi dengan jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kamis (1/10/2026), sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Seruyan mengawal pemenuhan kewajiban perusahaan perkebunan terhadap masyarakat sekitar. Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Direktorat Jenderal PHPT Lantai 6 dan dipimpin Kepala Subdirektorat Penetapan Hak Guna Usaha (HGU). Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Seruyan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan, Kasat Intel Polres Seruyan, Asisten II Setda Kabupaten Seruyan serta sejumlah kepala perangkat daerah dan perwakilan Kabupaten Seruyan. Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan PT Binasawit Abadipratama (BAP), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memperoleh tanah dari pelepasan kawasan hutan. Berdasarkan hasil audiensi, perusahaan yang memperoleh tanah dari pelepasan kawasan hutan memiliki kewajiban menyediakan plasma sebesar 20 persen, yang disebut selaras dengan kebijakan Kementerian Kehutanan. Pembahasan ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Seruyan karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kewajiban perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah perkebunan. Dalam pertemuan tersebut juga dijelaskan bahwa PT BAP telah melakukan permohonan penerbitan Hak Guna Usaha (HGU) dan saat ini prosesnya dalam tahap pengukuran kadastral yang menjadi kewenangan Kementerian ATR/BPN dan telah dilaksanakan ekspose pengukuran. Kantor Pertanahan Kabupaten Seruyan melalui Kementerian ATR/BPN juga telah memberikan masukan kepada PT BAP agar mengalokasikan plasma seluas 20 persen. Terkait bentuk Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS), hasil audiensi menyebutkan bahwa bentuk pelaksanaannya dikembalikan kepada kesepakatan antara perusahaan dan masyarakat dengan diketahui pemerintah daerah. Kementerian ATR/BPN berada pada tahapan pemenuhan persyaratan HGU, yang salah satu persyaratannya adalah pemenuhan FPKMS. Kepastian pemenuhan dan bentuk FPKMS juga dapat dikontrol melalui Panitia Pemeriksaan Tanah B, yang keanggotaannya melibatkan Bupati serta perangkat daerah terkait dari kabupaten tempat tanah yang dimohon berada. Audiensi ini menjadi bagian dari langkah koordinasi Pemerintah Kabupaten Seruyan dengan pemerintah pusat untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban perusahaan sekaligus memastikan proses pemenuhan hak masyarakat memiliki dasar dan mekanisme yang jelas. Melalui koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan terus mendorong agar kewajiban perusahaan terhadap masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan serta melalui kesepakatan yang jelas antara perusahaan dan masyarakat dengan keterlibatan pemerintah daerah.
02 October 2026
99
Klik untuk melihat detail
Wakil Bupati Seruyan Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Kuala Pembuang – Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag. bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Seruyan, Kamis (1/10/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara sekaligus perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui momentum tersebut, semangat kebersamaan, persatuan, dan gotong royong diharapkan terus tertanam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta menjadi landasan dalam mendukung pembangunan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Upacara diikuti oleh jajaran TNI/POLRI, Aparatur Sipil Negara, Mahasiswa dan Pelajar, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan.
01 October 2026
46
Klik untuk melihat detail
Pemkab Seruyan Buka Pelatihan Vokasi, Siapkan Tenaga Kerja Terampil dan Mandiri
Kartika Bhakti – Pemerintah Kabupaten Seruyan terus mendorong peningkatan keterampilan masyarakat melalui Pelatihan Vokasi Nasional Tahun Anggaran 2026 yang dibuka di UPTD Balai Latihan Kerja, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Seruyan, Yudiansyah, S.Sos., mewakili Bupati Seruyan sekaligus membacakan sambutan Bupati. Yudiansyah ditugaskan membuka kegiatan karena Bupati sedang melaksanakan dinas luar. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, disampaikan bahwa pelatihan vokasi merupakan langkah strategis untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, mandiri dan siap menghadapi dunia kerja. Pelatihan ini diharapkan tidak sekadar menghasilkan sertifikat, tetapi benar-benar memberikan keterampilan yang dapat membuka peluang kerja, mendorong terciptanya usaha mandiri, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Asisten juga mengajak para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin dan penuh semangat, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam keterampilan dan membangun jaringan. Pemkab Seruyan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kompetensi, peningkatan keterampilan dan perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.
30 September 2026
47
Klik untuk melihat detail
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Wabup Seruyan Tekankan Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama DPRD Kabupaten Seruyan mencapai persetujuan bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Seruyan Tahun Anggaran 2026.Persetujuan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Persetujuan Bersama dalam Rapat Paripurna Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027,bertempat di gedung rapat DPRD, rabu (30/9/2026). Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag., yang hadir sekaligus membacakan sambutan Bupati Seruyan, menegaskan bahwa Perubahan APBD bukan sekadar penyesuaian angka-angka anggaran, tetapi merupakan instrumen penting untuk memastikan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Pemerintah Kabupaten Seruyan menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Seruyan atas kerja sama serta komitmen selama proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Persetujuan bersama tersebut merupakan wujud pelaksanaan fungsi anggaran DPRD sekaligus mencerminkan kemitraan konstruktif antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Seruyan. Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 disusun sebagai langkah strategis untuk merespons dinamika pembangunan, perkembangan kondisi keuangan dan pendapatan daerah, perubahan kebijakan pemerintah, kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan serta berbagai prioritas pembangunan yang berkembang sepanjang tahun anggaran. Karena itu, pengelolaan keuangan daerah diharapkan tetap berjalan secara terarah, realistis, responsif dan akuntabel, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah serta ketentuan peraturan perundang-undangan. Perubahan APBD juga diharapkan mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memastikan program dan kegiatan prioritas pembangunan dapat terlaksana secara optimal. Pemerintah Kabupaten Seruyan berkomitmen agar setiap kebijakan penganggaran senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat dengan mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas serta keadilan dalam pengalokasian anggaran. Bupati melalui sambutannya juga menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif. Berbagai pandangan, masukan, pertanyaan dan saran yang disampaikan DPRD selama proses pembahasan menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menyempurnakan substansi rancangan anggaran. “Melalui komunikasi, koordinasi, dan kemitraan yang terus terpelihara, kita dapat bersama-sama menghadirkan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Seruyan,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati. Hal yang turut ditekankan adalah bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan ataupun banyaknya program yang dilaksanakan. Keberhasilan pembangunan harus tercermin dari sejauh mana kebijakan yang dijalankan mampu menghadirkan perubahan positif dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Seruyan pun mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme dan memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat. Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Seruyan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), seluruh kepala perangkat daerah serta pihak terkait yang telah bekerja dalam seluruh tahapan pembahasan hingga tercapainya persetujuan bersama. Momentum persetujuan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 diharapkan semakin memperkuat kolaborasi Pemkab Seruyan dan DPRD dalam mewujudkan pemerintahan yang semakin baik, pembangunan yang semakin merata serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seruyan.
30 September 2026
59
Klik untuk melihat detail
Tampil di Kriyanusa 2026, Ketua Dekranasda Seruyan Promosikan Wastra dan Kriya Daerah di Tingkat Nasional
Jakarta – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Seruyan, Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, S.E., M.A., mengikuti rangkaian Pameran Kriyanusa 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026). Kriyanusa 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dan menjadi salah satu wadah bagi daerah untuk memperkenalkan kekayaan kriya, wastra, serta kreativitas para perajin kepada masyarakat yang lebih luas. Pada rangkaian kegiatan hari ini, Ketua Dekranasda Kabupaten Seruyan mengikuti Parade Pakaian Daerah (Wastra) Dekranasda Kabupaten/Kota di Panggung Utama Kriyanusa 2026, Hall B JICC. Parade tersebut menampilkan wastra khas dari berbagai daerah di Indonesia. Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Seruyan menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan identitas budaya dan potensi kerajinan daerah, sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas bagi produk-produk karya perajin Seruyan. Momentum Kriyanusa dapat mendorong para perajin di Kabupaten Seruyan untuk terus meningkatkan kreativitas, inovasi, dan kualitas produk sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Selain parade wastra, Kriyanusa 2026 yang berlangsung pada 26–30 September 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan, termasuk pameran produk kerajinan Nusantara, Lomba Stan Terbaik, serta Lomba Karya Kriya Potensial. Melalui keikutsertaan pada ajang berskala nasional ini, Dekranasda Kabupaten Seruyan terus berupaya mengangkat potensi kriya lokal agar semakin dikenal serta memberikan nilai tambah bagi perajin dan pelaku usaha kerajinan di Bumi Gawi Hatantiring.
29 September 2026
40
Klik untuk melihat detail
Pemkab Seruyan Minta Kejelasan Kewajiban 20 Persen Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) PT Binasawit Abadipratama
JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama perwakilan masyarakat meminta penegasan terkait realisasi kewajiban fasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar (FPKMS) paling sedikit 20 persen oleh PT Binasawit Abadipratama. Persoalan tersebut dibahas dalam audiensi yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (28/9/2026).Dalam pembahasan, Bupati Seruyan bersama masyarakat mempertanyakan keterkaitan kewajiban pembangunan kebun masyarakat sebesar 20 persen dengan Pakta Integritas Akta Notaris Nomor 12 tanggal 6 Februari 2020 serta SK Penetapan Batas Areal Pelepasan Kawasan Hutan Produksi Terbatas dan Kawasan Hutan Produksi Tetap Nomor 1417 Tahun 2024 tanggal 2 Oktober 2024.Pemerintah daerah dan masyarakat meminta kejelasan mengenai dasar kewajiban tersebut, khususnya keterkaitan antara ketentuan dalam dokumen pelepasan kawasan hutan dengan regulasi Kementerian Pertanian mengenai FPKMS.Dalam audiensi tersebut juga dibahas riwayat perizinan PT Binasawit Abadipratama. Perusahaan memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP) berdasarkan SK Bupati Seruyan Nomor 188.45/192/2015 dengan luas 17.221 hektare.IUP tersebut berkaitan dengan penggabungan PT Agromandiri Perdana menjadi PT Binasawit Abadipratama berdasarkan Akta Notaris Nomor 28 tanggal 30 Desember 2006. Sebelumnya, areal tersebut merupakan areal usaha perkebunan PT Agromandiri Perdana yang telah memiliki IUP yang diterbitkan oleh Bupati Seruyan pada 2005.Berdasarkan IUP PT Binasawit Abadipratama, kewajiban FPKMS disebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 98 Tahun 2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan.Dalam pembahasan disebutkan bahwa perusahaan sampai dengan saat ini belum melaksanakan realisasi kewajiban FPKMS. Sementara itu, masyarakat menuntut realisasi pelaksanaan FPKMS berupa pembangunan fisik kebun masyarakat 20 persen didalam areal perizinan sebagaimana tercantum dalam Izin Usaha Perkebunan (IUP) , Akta Notaris Pakta Integritas, Persetujuan Prinsip TMKH, dan SK Penetapan Batas Areal Pelepasan Kawasan Hutan Nomor 1417 Tahun 2024.Perbedaan pemahaman mengenai bentuk dan dasar pemenuhan kewajiban FPKMS tersebut menjadi salah satu pokok persoalan yang perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah pusat.Sebagai tindak lanjut, dokumen-dokumen terkait perizinan perusahaan, termasuk izin lokasi, IUP, Akta Notaris Nomor 12 Tahun 2020, SK Penetapan Batas Areal Pelepasan Kawasan Hutan Nomor 1417 Tahun 2024, serta sejumlah regulasi yang berkaitan dengan FPKMS akan dilakukan penelaahan.Hasil telaahan tersebut rencananya akan dibahas dalam rapat lanjutan pada 30 September 2026.
28 September 2026
104
Klik untuk melihat detail
Wabup Seruyan Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD
Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Seruyan, Senin (28/9/2026). Rapat dihadiri Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag. Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas berbagai pandangan, saran, kritik, dan masukan dari seluruh fraksi. “Seluruh masukan tersebut merupakan bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan anggaran serta peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah,” ujarnya. Pemerintah daerah menegaskan komitmen meningkatkan kualitas belanja berdasarkan kebutuhan dan indikator kinerja yang terukur, dengan tetap memprioritaskan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, jalan dan jembatan, serta air bersih. Pemerintah juga akan mengoptimalkan PAD melalui perbaikan tata kelola dan pengembangan potensi daerah. “Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat,” tegas H. Supian.
28 September 2026
48
Klik untuk melihat detail
Pemkab Seruyan Dorong Perda Pendidikan yang Menjawab Kebutuhan Daerah
Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan terus memperkuat komitmen dalam membangun sektor pendidikan melalui penyusunan regulasi yang mampu menjawab kebutuhan dan karakteristik daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Pembahasan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan, ber tempat di aula Dinas Pendidikan, senin (28/9/2026).Mewakili Bupati Seruyan, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah, Yudiansyah, menyampaikan sambutan Bupati Seruyan.Dalam sambutannya, Bupati Seruyan menyampaikan bahwa FGD tersebut memiliki arti penting, bukan hanya sebagai forum pembahasan substansi rancangan regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun landasan hukum penyelenggaraan pendidikan yang lebih terarah, terpadu, berkualitas, berkeadilan, serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan Kabupaten Seruyan.“Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi menyangkut pembangunan manusia secara menyeluruh,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Yudiansyah.Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Seruyan menghadapi tantangan yang beragam, mulai dari kondisi geografis, sebaran penduduk, jarak antarwilayah, kondisi sosial ekonomi masyarakat hingga karakteristik satuan pendidikan.Karena itu, kebijakan pendidikan daerah perlu mengakomodasi kebutuhan riil masyarakat dan kondisi wilayah Seruyan.Melalui Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap dapat memperjelas peran dan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, masyarakat, dunia usaha hingga dunia industri.“Penyelenggaraan pendidikan tidak menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah saja, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh komponen masyarakat Kabupaten Seruyan,” tegasnya.Lebih lanjut, terdapat sejumlah aspek penting yang menjadi perhatian dalam pembahasan Raperda tersebut. Di antaranya pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu pembelajaran, penataan dan pemerataan pendidik serta tenaga kependidikan, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, serta penguatan tata kelola pendidikan.Bupati juga menekankan pentingnya memastikan tidak ada anak di Kabupaten Seruyan yang kehilangan hak memperoleh pendidikan akibat faktor geografis, ekonomi, sosial maupun kondisi lainnya.Persoalan anak tidak sekolah (ATS) juga perlu ditangani secara serius melalui kebijakan yang terintegrasi dan melibatkan berbagai sektor.Selain itu, regulasi yang disusun diharapkan mampu mendorong peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, penguatan kepemimpinan satuan pendidikan, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan.Dalam aspek sarana dan prasarana, lingkungan belajar juga harus dipastikan aman, layak, sehat, inklusif dan mampu mendukung proses pembelajaran.Sementara dari sisi tata kelola, penyelenggaraan pendidikan diharapkan semakin efektif, transparan, akuntabel, berbasis data, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tuntutan zaman.Bupati berharap seluruh masukan dalam FGD dapat menjadi bahan penyempurnaan sehingga Perda yang nantinya ditetapkan mampu memberikan kepastian hukum, menjamin pemerataan dan perluasan akses pendidikan, meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan, memperkuat perlindungan hak peserta didik, serta mendukung penataan pendidik dan tenaga kependidikan.“Pada akhirnya, kita ingin membangun sistem pendidikan yang tidak hanya mampu mencetak peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, kreativitas, kemandirian, kepedulian sosial, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman,” ujarnya.Menurutnya, penyusunan Perda tentang Penyelenggaraan Pendidikan merupakan momentum untuk memperkuat fondasi pembangunan pendidikan di Kabupaten Seruyan.“Apa yang kita rumuskan hari ini akan menjadi bagian dari arah kebijakan pendidikan daerah pada masa yang akan datang,” katanya.Bupati juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pembahasan untuk bekerja secara sungguh-sungguh, objektif, serta mengedepankan kepentingan masyarakat agar kebijakan yang lahir benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak Kabupaten Seruyan.Kegiatan FGD kemudian secara resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Yudiansyah yang mewakili Bupati Seruyan.Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap dapat menghasilkan rumusan Raperda yang komprehensif dan implementatif sebagai landasan dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang semakin merata, berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Seruyan.
28 September 2026
52
Klik untuk melihat detail
Wabup Seruyan : Paguyuban Harus Jadi Kekuatan Persatuan dan Mitra Pembangunan Seruyan
Kuala Pembuang – Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag. menghadiri peringatan Hari Jadi ke-27 Paguyuban Wargo Manunggaling Karyo (PWMK) Seruyan yang dirangkai dengan Hari Ulang Tahun ke-21 Paku Wojo, Minggu (27/9/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban di Pendopo PWMK tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menjaga kekompakan, sekaligus melestarikan seni dan budaya di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Seruyan. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar PWMK dan Paku Wojo. Ia mengapresiasi keberadaan paguyuban yang selama ini aktif menjadi wadah silaturahmi masyarakat. Menurutnya, keberadaan berbagai paguyuban di Kabupaten Seruyan memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan. Tidak hanya di antara sesama anggota, tetapi juga dengan masyarakat dari berbagai suku, agama dan latar belakang. “Dengan adanya perkumpulan seperti ini, silaturahmi semakin kuat. Kita bisa saling mengenal dan rasa persaudaraan pun semakin bertambah,” ujar H. Supian. Wabup juga menyoroti makna “Manunggaling” yang menurutnya mencerminkan semangat kebersamaan, kerja sama dan gotong royong. Nilai tersebut diharapkan terus menjadi kekuatan bagi seluruh anggota PWMK dalam menghadapi berbagai persoalan secara bersama-sama. Ia mengibaratkan kebersamaan seperti sebuah sapu. Satu batang lidi memiliki kemampuan yang terbatas, tetapi ketika disatukan menjadi sebuah sapu akan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar. “Kalau kita sudah bersatu, bergotong royong dan menjaga persaudaraan, maka sebesar apa pun permasalahan akan terasa lebih ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” pesannya. Lebih lanjut, H. Supian berharap PWMK maupun Paku Wojo tidak hanya menjadi wadah silaturahmi internal masyarakat Jawa, tetapi mampu membangun hubungan yang semakin erat dengan seluruh kelompok masyarakat di Kabupaten Seruyan. Menurutnya, Seruyan dihuni masyarakat dengan beragam suku, budaya dan agama. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati, persaudaraan dan semangat kebersamaan. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Seruyan, kami sangat menyambut baik perkumpulan-perkumpulan yang sifatnya positif. Kami berharap paguyuban ini menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Seruyan, khususnya dalam meningkatkan kerukunan, kedamaian, keamanan dan persatuan masyarakat,” tegasnya. Wabup juga mengajak paguyuban untuk terus memberikan kontribusi dan inovasi positif bagi daerah. Menurutnya, pembangunan tidak dapat hanya dilaksanakan pemerintah, tetapi memerlukan dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat. Sementara itu, dalam sambutan pengurus PWMK disampaikan bahwa keberadaan paguyuban sejak awal tidak terlepas dari semangat saling membantu masyarakat perantauan. Seiring perkembangannya, PWMK kemudian menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, kegiatan sosial serta melestarikan seni dan budaya. Pengurus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Seruyan atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap keberlangsungan kegiatan paguyuban, termasuk dukungan terhadap sarana dan aktivitas seni budaya. Senada dengan itu, Ketua Paku Wojo dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan seni serta budaya Jawa dengan tetap menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat lainnya. Momentum hari jadi tersebut diharapkan semakin memperkuat kekompakan organisasi sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus berkontribusi dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di Bumi Gawi Hatantiring. Menutup sambutannya, Wakil Bupati kembali mengucapkan selamat kepada keluarga besar PWMK dan Paku Wojo. “Semoga kedua perkumpulan ini selalu sukses, semakin kompak dan terus eksis di Kabupaten Seruyan,” pungkasnya.
28 September 2026
37
Klik untuk melihat detail
Wabup Seruyan Buka Pembinaan Ustadz-Ustadzah TKA/TPA Al-Qur’an dan MUSDA II BKPRMI
KUALA PEMBUANG – Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag. membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Ustadz/Ustadzah TKA/TP Al-Qur’an sekaligus Musyawarah Daerah II (MUSDA II) BKPRMI–LPPTKA Kabupaten Seruyan, Jumat (25/9/2026) malam. Kegiatan tersebut diikuti para ustadz dan ustadzah serta jajaran pengurus BKPRMI dan LPPTKA Kabupaten Seruyan. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seruyan, perwakilan DPW BKPRMI Provinsi Kalimantan Tengah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Seruyan H. Basas dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan dilaksanakan selama tiga hari dengan peserta sebanyak 26 ustadz dan ustadzah. Kegiatan tersebut didukung melalui pendanaan dari Pemerintah Kabupaten Seruyan. Pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi para ustadz dan ustadzah dalam mendidik generasi muda, khususnya melalui Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an dan Taman Pendidikan Al-Qur’an. Sementara itu, perwakilan DPW BKPRMI Provinsi Kalimantan Tengah H. Abdul Majid, M.Pd. menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik Al-Qur’an. Materi yang diperoleh selama pembinaan diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat dikembangkan dan dibagikan kepada para pengajar lainnya di daerah masing-masing. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Seruyan H. Supian menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jajaran BKPRMI Kabupaten Seruyan yang terus berupaya menghidupkan kegiatan pembinaan keagamaan di Kabupaten Seruyan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Seruyan mendukung berbagai aktivitas BKPRMI, terlebih organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam pembinaan umat dan generasi muda. “BKPRMI merupakan sebuah wadah untuk membina umat dan mengembangkan sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Seruyan, terutama generasi muda kita. Kita berusaha bagaimana membentengi pemuda-pemuda kita agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif,” ujar Wabup. Ia menambahkan, keberadaan TKA dan TPA Al-Qur’an menjadi salah satu bukti nyata peran BKPRMI dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini sekaligus membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an. Kepada para ustadz dan ustadzah, Wabup berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan serius sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di tempat mengajar masing-masing. “Mudah-mudahan dengan adanya pembinaan ini, TKA dan TPA Al-Qur’an yang dikelola bapak dan ibu sekalian bisa semakin baik dan semakin maju,” harapnya. Wabup juga menyinggung perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan para tenaga pengajar Al-Qur’an. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mencari mekanisme dan solusi agar dukungan bagi para ustadz dan ustadzah pengajar Al-Qur’an dapat diwujudkan sesuai ketentuan yang berlaku. Terkait pelaksanaan MUSDA II, Wabup berharap forum tersebut tidak semata-mata menjadi agenda pemilihan kepengurusan maupun penyusunan program kerja. MUSDA juga harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap program-program yang telah dilaksanakan. “Program yang belum terlaksana dan kendala yang dihadapi perlu dikaji dan dipelajari, sehingga pada tahun berikutnya dapat dilaksanakan dengan lebih baik,” pesannya. Ia berharap kepengurusan yang terbentuk nantinya mampu membawa BKPRMI Kabupaten Seruyan semakin maju, aktif dan terus berkiprah di tengah masyarakat dalam membina generasi Islam yang Qur’ani.
26 September 2026
37