.
Agenda
Galeri
26 Aug 2026
Himbauan Karhutla
17 Aug 2026
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 🇮🇩
04 Jul 2026
LAYANAN SIAP Sistem Informasi Agenda Pimpinan
29 Jun 2026
Terimakasih kepada kafilah Kab. Seruyan
23 Jun 2026
selamat dan sukses atas pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah
16 Jun 2026
Selamat Tahun Baru Hijriyah
12 Jun 2026
Katakan Tidak Pada Narkoba
31 May 2026
Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
27 May 2026
Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H
Berita Lainnya
Pemkab dan Bunda Literasi Seruyan Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Tumbuh Pengetahuan
17 September 2026
Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan terus mendorong penguatan budaya literasi dengan mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, informasi, kreativitas, dan pengembangan pengetahuan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Seruyan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Seruyan, Yudiansyah, S.Sos., saat mewakili Bupati Seruyan pada kegiatan Sosialisasi Peran Perpustakaan sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan dan Informasi, Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Seruyan Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, S.E., M.A. sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan, jajaran perangkat daerah, narasumber, Korwil Bidang Pendidikan, pengawas SD dan SMP, kepala sekolah serta unsur terkait tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi yang semakin kuat di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Yudiansyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini memiliki arti penting dalam upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Seruyan melalui penguatan budaya literasi. “Perpustakaan pada saat ini tidak lagi sekadar dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan adalah pusat pembelajaran, pusat informasi, ruang bertumbuhnya pengetahuan, serta sarana untuk membuka wawasan masyarakat,” ujarnya. Pemkab Seruyan berharap hasil sosialisasi tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui langkah nyata, khususnya dengan menghidupkan perpustakaan sekolah sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kepala sekolah didorong menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang menyenangkan bagi peserta didik untuk membaca, mencari informasi, berdiskusi, berkarya, serta mengembangkan kreativitas. Hal serupa juga diharapkan dapat diterapkan di desa dan kelurahan. Perpustakaan maupun taman bacaan masyarakat diharapkan semakin berkembang sehingga masyarakat memiliki ruang untuk memperoleh informasi, meningkatkan keterampilan dan memperluas pengetahuan. Bunda Literasi Kabupaten Seruyan bersama jajaran terkait juga memiliki peran penting dalam mendorong gerakan literasi agar semakin dekat dengan keluarga, sekolah dan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. “Mari kita bangun budaya membaca mulai dari keluarga, sekolah, desa dan kelurahan. Mari kita ciptakan lingkungan yang menjadikan buku dan pengetahuan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” lanjutnya. Sementara itu, berdasarkan lapora Kepala Dinas Perpustakaan, sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai peran dan fungsi perpustakaan sebagai sumber ilmu pengetahuan, informasi dan pembelajaran. Kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan komitmen kepala sekolah dan pemerintah desa dalam mendukung pengembangan perpustakaan, meningkatkan minat baca dan budaya literasi, serta membangun sinergi antara Dinas Perpustakaan, satuan pendidikan dan pemerintah desa. Melalui gerakan bersama tersebut, perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi ruangan yang dipenuhi koleksi buku, melainkan berkembang menjadi ruang yang penuh aktivitas, gagasan, kreativitas dan harapan. Pemkab Seruyan meyakini penguatan gerakan literasi akan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Seruyan yang cerdas, berpengetahuan, berkarakter, produktif serta mampu menghadapi perkembangan zaman. Pada kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Yudiansyah, S.Sos., mewakili Bupati Seruyan secara resmi membuka Sosialisasi Peran Perpustakaan sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan dan Informasi Tahun 2026.
Plh. Sekda Seruyan Pimpin Apel Gabungan ASN, Tekankan Disiplin dan Pelayanan Publik
17 September 2026
Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan melaksanakan Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kamis (17/9/2026). Bertindak sebagai pembina apel, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, M.P.H. Dalam amanatnya, Plh. Sekda menyampaikan bahwa pelaksanaan apel kali ini bertepatan dengan momentum Hari Perhubungan Nasional Tahun 2026, yang mengingatkan pentingnya sektor transportasi dalam membuka akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah dan nasional. Ia mengajak seluruh ASN untuk menjadikan apel gabungan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi sebagai momentum memperkuat jati diri sebagai aparatur negara yang disiplin, profesional, loyal, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.“Disiplin adalah harga mati, mulai dari disiplin waktu, disiplin berpakaian hingga disiplin dalam pekerjaan,” tegasnya. Selain disiplin, Plh. Sekda menekankan pentingnya peningkatan kompetensi ASN, menjaga loyalitas dan kekompakan Korpri, menghilangkan ego sektoral antarunit kerja, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, tepat, dan bebas dari pungutan yang tidak semestinya. Pada kesempatan tersebut, Plh. Sekda juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat memasuki masa purna tugas kepada sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan. Ia mengucapkan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas untuk Kabupaten Seruyan. Menutup amanatnya, dr. Bahrun Abbas berharap seluruh ASN terus menjaga sinergi dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan Kabupaten Seruyan.
Bupati Seruyan Tinjau Pemanfaatan Lahan Sawah untuk Semangka dan Mentimun
16 September 2026
Kuala Pembuang – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si. mengunjungi salah satu lahan pertanian masyarakat yang memanfaatkan lahan persawahan pada musim kemarau untuk budidaya semangka berbagai jenis dan mentimun, Rabu (16/9/2026). Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung potensi pemanfaatan lahan sawah agar tetap produktif di luar musim tanam padi. Bupati mengapresiasi upaya petani yang mampu memanfaatkan musim kemarau untuk mengembangkan komoditas hortikultura. Menurutnya, pola pemanfaatan lahan seperti ini memiliki potensi untuk dikembangkan dan menjadi contoh bagi petani lainnya di Kabupaten Seruyan. “Lahan yang sebenarnya pada musim tanam padi merupakan lahan sawah, ternyata pada musim kemarau juga bisa dimanfaatkan menjadi lebih produktif. Hari ini kita melihat tanaman semangka yang hasilnya sangat menggembirakan dan cukup menjanjikan,” ujar Bupati. Menurut Bupati, keberhasilan tersebut perlu mendapat perhatian dari perangkat daerah terkait. Selain meningkatkan produktivitas lahan, budidaya tanaman hortikultura pada masa jeda tanam padi juga berpotensi memberikan sumber pendapatan tambahan bagi petani. Ia berharap keberhasilan petani tersebut dapat dijadikan salah satu bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun program pengembangan pertanian, termasuk pembinaan, pendampingan serta dukungan kepada petani yang berminat memanfaatkan lahannya pada musim kemarau. “Percontohan ini bisa menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun program, sekaligus membuka wawasan dan memacu semangat petani lainnya untuk memanfaatkan lahan pada musim kemarau. Tidak harus semangka, tetapi bisa juga jenis tanaman lain yang sesuai dengan kondisi lahan,” jelasnya. Bupati juga meminta Dinas Pertanian untuk lebih proaktif melihat potensi yang ada di lapangan, mulai dari kebutuhan petani, pemilihan komoditas, ketersediaan bibit dan pupuk, pendampingan penyuluh hingga dukungan infrastruktur pertanian. Menurutnya, apabila budidaya hortikultura dapat dikembangkan secara lebih luas, hasil pertanian masyarakat diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berpeluang dipasarkan ke daerah sekitar. Sementara itu, Rukamto, salah seorang petani sekaligus ketua kelompok tani setempat, menjelaskan bahwa diversifikasi tanaman merupakan salah satu langkah menuju pertanian yang lebih modern. Petani, menurutnya, tidak harus hanya bergantung pada satu komoditas. Ia mencontohkan tanaman semangka yang memiliki masa tanam relatif singkat, sekitar 60 hari. Selain semangka, mentimun juga dinilai memiliki prospek karena sudah dapat mulai dipanen dalam waktu sekitar 28 hari. “Petani itu tidak hanya bergantung pada satu komoditas. Di sela musim tanam padi seperti sekarang sebenarnya lahannya bisa dimanfaatkan. Semangka maupun mentimun mempunyai peluang yang cukup bagus,” ungkapnya. Rukamto berharap petani di Kabupaten Seruyan semakin berani mengembangkan komoditas hortikultura sehingga kebutuhan sayur dan buah di daerah dapat dipenuhi dari produksi petani lokal, bahkan ke depan mampu memasok pasar di daerah tetangga. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah, terutama dalam hal pendampingan penyuluh pertanian, bibit unggul, pemupukan, kesiapan lahan, infrastruktur serta keamanan hasil pertanian. Menanggapi hal tersebut, Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian harus dikelola secara menyeluruh dan progresif, mulai dari sektor hulu, infrastruktur irigasi primer, sekunder dan tersier, kebutuhan petani, pemilihan komoditas hingga pemanfaatan masa jeda antara musim tanam. “Saya memerlukan jajaran Dinas Pertanian yang tanggap dan proaktif. Apa yang menjadi kebutuhan petani harus diperhatikan sehingga program yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Mudah-mudahan ke depan sektor pertanian kita semakin baik,” tegas Bupati. Melalui pemanfaatan lahan sawah secara produktif pada musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap produktivitas pertanian dan pendapatan masyarakat dapat terus meningkat, tanpa mengganggu fungsi utama lahan untuk penanaman padi ketika memasuki musim tanam.
Wakil Bupati Seruyan Hadiri Sosialisasi Mekanisme Pembelian BBM Bersubsidi dan Pelatihan Aplikasi XStar di Jakarta
16 September 2026
Jakarta – Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag. menghadiri kegiatan Sosialisasi Mekanisme Penerbitan Surat Rekomendasi Pembelian BBM Bersubsidi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi XStar Tahun 2026 yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut turut melibatkan perwakilan BPH Migas, PT Pertamina Patra Niaga, perangkat daerah terkait, serta pimpinan/pengelola SPBU dan SPBN penyalur BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Seruyan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk meningkatkan tertib administrasi, transparansi, serta akurasi dalam penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi. Kabupaten Seruyan disebut telah mencapai 100 persen implementasi Aplikasi XStar dalam penerbitan surat rekomendasi tersebut. Implementasi XStar melibatkan tujuh perangkat daerah teknis sebagai instansi penerbit dan mencakup sejumlah sektor, antara lain perikanan, pertanian, transportasi, pelayanan umum, dan usaha mikro. Melalui sistem tersebut, proses penerbitan rekomendasi diharapkan menjadi lebih mudah, terdokumentasi dan terintegrasi, sekaligus menghasilkan data yang akurat untuk mendukung pengawasan serta evaluasi. Dalam arahannya, Pemerintah Kabupaten Seruyan menekankan agar setiap instansi penerbit surat rekomendasi melaksanakan proses penerbitan secara cermat, tertib dan sesuai ketentuan serta berdasarkan kebutuhan dan peruntukan yang telah ditetapkan. Data yang dimasukkan melalui Aplikasi XStar juga harus dipastikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, para penyalur BBM bersubsidi di Kabupaten Seruyan diharapkan memberikan pelayanan kepada konsumen pemegang surat rekomendasi sesuai ketentuan dan peruntukannya secara tertib, adil, transparan dan tidak diskriminatif. Koordinasi antara penyalur, instansi penerbit dan pihak kecamatan juga dinilai penting agar berbagai kendala maupun ketidaksesuaian data di lapangan dapat segera diselesaikan. Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag. berharap pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman serta kemampuan para petugas dalam menggunakan Aplikasi XStar, sehingga pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang berhak memperoleh BBM bersubsidi, semakin baik. Pemerintah Kabupaten Seruyan juga berkomitmen terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM bersubsidi di seluruh wilayah Kabupaten Seruyan. Melalui penguatan koordinasi dan tertib administrasi, penerbitan surat rekomendasi diharapkan dapat berlangsung secara tertib, cepat, transparan dan akuntabel, didukung data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan ini sekaligus diharapkan memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Seruyan, BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, instansi penerbit dan para penyalur dalam mewujudkan pelayanan serta penyaluran BBM bersubsidi yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Seruyan.
Asisten Administrasi Umum Buka Pelatihan Read Aloud Kabupaten Seruyan Tahun 2026
16 September 2026
Kuala Pembuang – Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Yudiansyah, S.Sos., membuka secara resmi Pelatihan Read Aloud (Membaca Nyaring) se-Kabupaten Seruyan Tahun 2026, Rabu (16/9/2026). Turut hadir Bunda Literasi Kabupaten Seruyan Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, S.E., M.A. Dalam sambutan Bupati Seruyan yang dibacakannya, Yudiansyah menyampaikan bahwa membangun budaya literasi tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus ditumbuhkan sejak dini melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Menurutnya, metode read aloud atau membaca nyaring merupakan salah satu cara sederhana namun bermakna untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku dan menghadirkan proses belajar yang menyenangkan. “Melalui cerita, anak tidak hanya mendengarkan kata-kata, tetapi juga belajar mengenal nilai-nilai kebaikan, memahami perasaan orang lain, mengenal lingkungannya, serta membangun rasa ingin tahu,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut. Pemerintah Kabupaten Seruyan juga mengajak Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, para guru, pengawas, orang tua serta seluruh pihak terkait untuk terus berkolaborasi memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Seruyan. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membacakan cerita secara kreatif kepada anak serta menerapkannya di sekolah, perpustakaan, keluarga dan lingkungan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat budaya literasi sekaligus mendukung terwujudnya generasi Seruyan yang cerdas, kreatif, percaya diri dan berkarakter. Peserta kegiatan berjumlah 68 orang yaitu guru PAUD di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur. Kegiatan pelatihan membaca nyaring dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan teknik membaca nyaring yang menarik, ekspresif, dan interaktif sehingga dapat menumbuhkan minat baca dan budaya literasi pada anak.​Sedangkan tujuan kegiatan ini adalah untuk Meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam Read Aloud, Meningkatkan kemampuan membaca nyaring secara menarik, ekspresif, dan interaktif serta Mendorong guru menerapkan Read Aloud untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi anak.
Seruyan Tingkatkan Status Darurat Karhutla dan Kekeringan, Pemkab Perkuat Penanganan
16 September 2026
Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan meningkatkan langkah penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak kekeringan seiring meningkatnya potensi bencana pada musim kemarau tahun 2026. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Status Penanganan Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan yang dilaksanakan pada Selasa (15/9/2026). Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si. menegaskan bahwa kondisi yang berkembang saat ini memerlukan kesiapsiagaan dan respons yang lebih cepat dari seluruh unsur terkait. Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama unsur terkait mencermati perkembangan kondisi di lapangan, mulai dari frekuensi kejadian Karhutla, luas wilayah terdampak, kondisi musim kemarau, hingga perkembangan cuaca berdasarkan informasi dari BMKG. Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, rapat menyepakati perlunya peningkatan status penanganan dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan di Kabupaten Seruyan. Peningkatan status tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah penanganan oleh pemerintah daerah bersama TNI-Polri, dunia usaha, pemerintah kecamatan dan desa, serta seluruh elemen masyarakat. Selain memperkuat kesiapan personel dan sarana prasarana, pemerintah daerah juga akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. “Seluruh masyarakat, ASN, TNI-Polri maupun perusahaan harus tanggap dan peka terhadap situasi dan kondisi ini. Dengan kesiapsiagaan dan peningkatan status, mudah-mudahan kita dapat bergerak lebih cepat menemukan solusi terhadap masalah yang ada,” ujar Bupati. Selain Karhutla, Bupati Seruyan juga memberikan perhatian terhadap dampak kekeringan yang mulai memengaruhi ketersediaan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah. Sejumlah sumber air masyarakat, khususnya sumur, mulai terdampak rembesan air laut sehingga kualitas air menurun dan tidak lagi layak digunakan sebagai sumber air bersih. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Seruyan akan melakukan pemetaan wilayah terdampak sekaligus memperkuat pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah daerah juga membuka ruang partisipasi bagi dunia usaha, organisasi dan elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu penyediaan air bersih. Berdasarkan pembahasan dalam rapat, distribusi satu tangki air berkapasitas sekitar 5.000 liter diperkirakan memerlukan biaya kurang lebih Rp. 350.000. Bupati menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih, harus menjadi perhatian bersama selama kondisi kekeringan berlangsung. Keterlibatan dunia usaha turut menjadi salah satu fokus pembahasan. Pemkab Seruyan akan mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Seruyan agar mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla. Salah satu kebutuhan yang didorong adalah penyediaan sarana pemadam kebakaran berupa kendaraan roda tiga atau Tosa yang dilengkapi perlengkapan pemadaman. Berdasarkan estimasi yang dibahas dalam rapat, kebutuhan biaya pengadaan sarana tersebut sekitar Rp. 50 juta per unit. Sarana tersebut nantinya dapat diarahkan ke desa-desa yang membutuhkan untuk memperkuat kemampuan penanganan awal apabila terjadi kebakaran. Perusahaan juga diharapkan tidak hanya memastikan keamanan wilayah konsesi atau arealnya masing-masing, tetapi turut berperan membantu masyarakat di sekitar wilayah operasional dalam mencegah dan menangani potensi Karhutla. Dampak kabut asap terhadap aktivitas pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan telah mengeluarkan surat edaran yang memberikan keleluasaan kepada kepala sekolah untuk menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kondisi lingkungan di wilayah masing-masing. Kondisi kabut asap di setiap wilayah Kabupaten Seruyan tidak sama. Kuala Pembuang dan wilayah sekitarnya relatif terbantu oleh pergerakan angin dari arah laut, sedangkan beberapa wilayah bagian tengah dan hulu menghadapi kondisi asap yang lebih tebal. Karena itu, kepala sekolah dengan berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan dapat melakukan penyesuaian waktu masuk maupun kepulangan peserta didik apabila kondisi udara dinilai tidak mendukung. Proses belajar mengajar tetap diupayakan berjalan sebagaimana mestinya. Namun, sekolah diminta mengutamakan kondisi dan keselamatan peserta didik serta tidak memaksakan kegiatan apabila kualitas lingkungan berpotensi menimbulkan dampak buruk. Pemerintah Kabupaten Seruyan sebelumnya telah menyediakan anggaran reguler untuk mendukung penanganan Karhutla. Namun, meningkatnya frekuensi dan luas kejadian kebakaran selama musim kemarau turut meningkatkan kebutuhan operasional di lapangan. Dengan peningkatan status menjadi tanggap darurat, pemerintah daerah dapat mempersiapkan dukungan pendanaan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), serta memperkuat koordinasi untuk mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun Pemerintah Pusat melalui mekanisme penanggulangan bencana. Bupati Ahmad Selanorwanda menekankan bahwa penanganan Karhutla dan kekeringan membutuhkan kerja bersama. Konsolidasi, koordinasi serta keterlibatan seluruh unsur menjadi bagian penting agar setiap langkah pencegahan dan penanganan dapat dilaksanakan secara cepat, terpadu dan tepat sasaran. Pemkab Seruyan juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan kepada aparat atau petugas terkait apabila menemukan titik api maupun kejadian kebakaran hutan dan lahan di lingkungannya.“Penanganan Karhutla dan kekeringan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi seluruh pihak, kita berharap dampaknya dapat ditekan dan masyarakat tetap terlindungi,” pungkas Bupati.
Plh. Sekda Seruyan Hadiri Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS Perubahan APBD 2026
15 September 2026
Kuala Pembuang – Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, M.P.H., mewakili Bupati Seruyan menghadiri Rapat Paripurna Ke-3 DPRD Kabupaten Seruyan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, Selasa (15/9/2026), di Gedung Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Seruyan. Rapat paripurna tersebut mengagendakan Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara DPRD dan Kepala Daerah terkait Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD Kabupaten Seruyan Tahun Anggaran 2026. Dalam sambutan Bupati Seruyan yang disampaikan pada kesempatan tersebut, menuturkan bahwa penandatanganan nota kesepakatan merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan Perubahan APBD. Kesepakatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Seruyan dan DPRD dalam memastikan kebijakan penganggaran tetap sejalan dengan arah pembangunan daerah serta mampu merespons perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Seruyan terus berkomitmen agar setiap program pembangunan dilaksanakan secara akuntabel, transparan, efektif dan efisien, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, perekonomian daerah, pembangunan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia. Dengan ditandatanganinya nota kesepakatan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Seruyan selanjutnya akan menindaklanjuti hasil kesepakatan tersebut sesuai tahapan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah daerah juga mengharapkan sinergi dan kerja sama yang konstruktif antara eksekutif dan legislatif terus terjaga demi mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Seruyan.
Pemkab Seruyan Audiensi dengan BPH Migas Bahas Penyediaan dan Pendistribusian BBM
15 September 2026
Jakarta – Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag., melaksanakan audiensi bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Audiensi tersebut membahas penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Seruyan, khususnya upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap BBM serta mekanisme pembentukan Sub Penyalur BBM sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam pertemuan tersebut, BPH Migas memaparkan mekanisme penyediaan dan pendistribusian BBM serta ketentuan Sub Penyalur berdasarkan Peraturan BPH Migas Nomor 1 Tahun 2024 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan BPH Migas Nomor 1 Tahun 2025. Keberadaan Sub Penyalur diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan BBM masyarakat, terutama di wilayah yang belum terjangkau penyalur. Pengusulannya tetap mempertimbangkan persyaratan, kondisi geografis, jarak dengan penyalur terdekat, serta kebutuhan konsumen pengguna di wilayah tersebut. Melalui audiensi ini, Pemkab Seruyan berharap koordinasi dengan BPH Migas dapat memperkuat upaya menghadirkan distribusi BBM yang lebih merata, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat hingga ke wilayah pelosok Kabupaten Seruyan.
Bunda Literasi Kabupaten Seruyan Kukuhkan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Seruyan
15 September 2026
Kuala Pembuang – Bunda Literasi Kabupaten Seruyan, Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, S.E., M.A., mengukuhkan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Seruyan Tahun 2026, yang dilaksanakan di Lapangan Tenis Indoor Kuala Pembuang, Selasa (15/9/2026). Pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat gerakan literasi hingga tingkat kecamatan serta mendorong tumbuhnya budaya membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat Kabupaten Seruyan. Dalam sambutannya, Bunda Literasi Kabupaten Seruyan Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa menjadi Bunda Literasi bukan sekadar menyandang sebuah predikat, melainkan merupakan amanah dan tanggung jawab dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan membaca. “Hari ini bukan sekadar tentang pengukuhan sebuah peran. Hari ini adalah tentang sebuah amanah. Amanah untuk menyalakan cahaya ilmu, menumbuhkan kecintaan membaca, dan yang paling penting, ikut menyiapkan generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan gerakan literasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan maupun jumlah buku yang tersedia, tetapi dari sejauh mana gerakan tersebut mampu menyentuh masyarakat dan menumbuhkan kecintaan terhadap membaca, khususnya pada anak-anak. Ia mengajak para Bunda Literasi Kecamatan untuk memulai gerakan tersebut dari hal-hal sederhana, di antaranya menghadirkan buku di rumah, menghidupkan budaya membaca dalam keluarga serta menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang ramah, menarik dan menyenangkan bagi anak-anak. “Jangan biarkan ada anak yang tumbuh tanpa mengenal buku, jangan biarkan ada desa yang tidak memiliki ruang belajar, dan jangan sampai ada generasi yang memiliki akses teknologi tetapi kehilangan kemampuan untuk memilih informasi dan berpikir kritis,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa literasi tidak akan berkembang apabila hanya menjadi program pemerintah. Gerakan literasi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, sekolah, perpustakaan, organisasi perempuan, komunitas, guru, orang tua hingga seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, Bunda Literasi Kecamatan diharapkan mampu menjadi penggerak di wilayah masing-masing dengan menghadirkan program literasi yang hidup, kreatif dan sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat. “Masyarakat yang gemar membaca akan memiliki wawasan, masyarakat yang memiliki wawasan akan mampu berpikir, dan masyarakat yang mampu berpikir akan mampu menentukan masa depannya sendiri,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Ny. Welduline juga mendorong keberadaan pojok baca di lingkungan perangkat daerah maupun kecamatan. Menurutnya, membangun pojok baca tidak harus menggunakan anggaran yang besar, tetapi dapat memanfaatkan bahan dan fasilitas sederhana selama mampu menyediakan ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk membaca. Ia juga memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan di seluruh kecamatan. Para camat diminta ikut memantau kondisi sekolah, termasuk proses pembelajaran dan kehadiran tenaga pendidik, sehingga pelayanan pendidikan kepada anak-anak dapat berjalan dengan baik. Kepada seluruh Bunda Literasi Kecamatan yang telah dikukuhkan, ia berpesan agar amanah tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh dan dengan hati. “Saya percaya apabila para Bunda Literasi Kecamatan bergerak dengan hati, maka cahaya literasi akan menyala dari rumah ke rumah, dari sekolah ke sekolah, dari desa ke desa, hingga menerangi seluruh Kabupaten Seruyan,” ungkapnya. Ia berharap pengukuhan tersebut menjadi awal semakin kuatnya gerakan literasi di seluruh kecamatan sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mencerdaskan masyarakat Kabupaten Seruyan. “Mari kita bergandengan tangan, satukan langkah, kita nyalakan semangat membaca, dan mari kita wariskan kepada anak-anak kita. Menanam hari ini untuk memanen masa depan,” pungkasnya. Pada rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan reward kepada pengunjung perpustakaan teraktif Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif dalam memanfaatkan layanan perpustakaan.
Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan, Pemkab Seruyan Dorong Budaya Membaca dari Keluarga
15 September 2026
Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan terus memperkuat gerakan literasi hingga ke tingkat kecamatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut ditandai dengan dilaksanakannya Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Seruyan Tahun 2026 di Lapangan Tenis Indoor Kuala Pembuang, Selasa (15/9/2026). Bupati Seruyan yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Seruyan, Yudiansyah, S.Sos., menyampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan merupakan langkah penting dan strategis untuk memperkuat gerakan literasi di tengah masyarakat. Dalam sambutan Bupati Seruyan yang dibacakannya, Yudiansyah menegaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengembangkan pengetahuan, serta memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas kehidupan. “Bunda Literasi tidak hanya menjadi sebuah gelar atau simbol, tetapi benar-benar menjadi penggerak, inspirator, dan teladan bagi masyarakat dalam membangun budaya membaca dan belajar sepanjang hayat,” demikian pesan Bupati. Bunda Literasi Kecamatan diharapkan memiliki peran penting dalam mengajak keluarga menciptakan lingkungan yang dekat dengan buku, pengetahuan, dan kegiatan membaca. Dari keluarga yang memiliki budaya membaca, diharapkan lahir generasi Seruyan yang berwawasan luas, berkarakter kuat, kreatif, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Pemkab Seruyan juga mendorong Bunda Literasi Kecamatan untuk membangun kolaborasi bersama Bunda Literasi Kabupaten, sekolah, perpustakaan, pemerintah desa dan kelurahan, organisasi masyarakat, komunitas, serta para pegiat literasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan berbagai kegiatan literasi yang kreatif, menarik, inklusif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan demikian, membaca dan belajar tidak lagi dipandang sebagai kewajiban, tetapi tumbuh menjadi kebutuhan dan kebiasaan. Lebih lanjut disampaikan, kemajuan Kabupaten Seruyan tidak hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, investasi terhadap manusia, khususnya anak-anak dan generasi muda, menjadi salah satu hal penting dalam pembangunan daerah. Gerakan literasi di setiap kecamatan diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan masyarakat Seruyan yang cerdas, berpengetahuan, berkarakter, produktif, dan memiliki kemampuan untuk bersaing. Atas nama Pemerintah Kabupaten Seruyan, Bupati menyampaikan selamat kepada seluruh Bunda Literasi Kecamatan yang telah dikukuhkan dan berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta semangat untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap buku dan ilmu pengetahuan.“Membaca membuka jendela pengetahuan, literasi membuka jalan menuju masa depan.” Melalui pengukuhan ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap gerakan literasi semakin kuat dan menjangkau masyarakat hingga tingkat kecamatan, desa, kelurahan, dan keluarga, sekaligus menjadi bagian nyata dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat Kabupaten Seruyan.
Plh. Sekda Seruyan Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah
14 September 2026
Kuala Pembuang – Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, M.P.H., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, bertempat di Ruang Rapat Asisten Setda Kabupaten Seruyan, Senin (14/9/2026).Rakor tersebut dilaksanakan menindaklanjuti Radiogram Menteri Dalam Negeri. Selain membahas perkembangan dan langkah-langkah pengendalian inflasi di daerah, rakor juga dirangkaikan dengan pembahasan verifikasi dan validasi terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta penandatanganan Surat Keputusan Bersama Ruang Bersama Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dalam kegiatan tersebut turut disampaikan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Seruyan pada minggu kedua September 2026 yang tercatat sebesar 0,98. Sejumlah komoditas menjadi penyumbang andil terhadap perkembangan harga, yakni cabai rawit sebesar 1,086, daging ayam ras sebesar 0,1989, dan cabai merah sebesar 0,0255. Sementara itu, komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi pada minggu berjalan adalah cabai rawit sebesar 0,050855262, dengan status mengalami kenaikan. Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam rakor tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan harga dan memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di Kabupaten Seruyan. Melalui koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan, diharapkan langkah-langkah pengendalian inflasi dapat dilakukan secara tepat sasaran, khususnya terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga dan berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat.
Pemkab Seruyan dan Kantor Pertanahan Perkuat Sinergi Pertanahan dan Pendapatan Daerah
14 September 2026
Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Seruyan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Sinergi Tugas dan Fungsi Bidang Pertanahan dengan Bidang Keuangan Daerah, Jumat (11/9/2026) bertempat di ruang kerja Plh. Sekda. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, M.P.H. Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Seruyan, Nurhamzah Adi Nugroho, S.E., M.M., dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Seruyan, Ashadi, S.T. Dokumen tersebut menjadi pedoman bagi kedua pihak untuk memperkuat dukungan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing. Ruang lingkup kerja sama mencakup pendaftaran tanah aset Bapenda, sinkronisasi Nomor Induk Bidang (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP), integrasi data Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan data layanan pendaftaran tanah, serta dukungan terhadap percepatan pendaftaran dan sertipikasi tanah. Kerja sama juga meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta dukungan penyediaan sarana dan prasarana. Melalui kerja sama ini diharapkan koordinasi antara Pemkab Seruyan dan Kantor Pertanahan semakin optimal, khususnya dalam mengintegrasikan data pertanahan dan perpajakan daerah sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Perjanjian kerja sama tersebut berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan akan dilakukan pemantauan serta evaluasi paling sedikit satu kali dalam setahun atau sesuai kebutuhan.
Pemkab Seruyan Percepat Tindak Lanjut Kerja Sama dengan Kabupaten Banyuwangi
13 September 2026
Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfosandi) melaksanakan rapat kerja tindak lanjut Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Seruyan dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kamis (10/9/2026) bertempat di Ruang Rapat Diskominfosandi Seruyan. Kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam mempercepat implementasi kerja sama antardaerah agar memberikan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Rapat dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Yudiansyah, S. Sos., Plt. Kepala Diskominfosandi Seruyan, Sarinah Maulidah, S.E., M.E., dan dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait. Dalam pembahasan tersebut, disepakati percepatan penyusunan dan proses Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada tiga perangkat daerah, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, serta Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan. Asisten Administrasi Umum menegaskan bahwa kerja sama dengan Kabupaten Banyuwangi tidak hanya sebatas kesepakatan administratif, tetapi harus mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata. “Kerja sama ini harus memberikan manfaat konkret bagi Kabupaten Seruyan, khususnya dalam mendukung peningkatan tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya. Lebih lanjut, percepatan kerja sama tersebut sejalan dengan arahan Bupati Seruyan dalam mendorong transformasi digital pemerintahan. Melalui kolaborasi antardaerah dan pemanfaatan teknologi, Pemerintah Kabupaten Seruyan terus berupaya mewujudkan pelayanan publik yang semakin efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan kolaborasi serta percepatan digitalisasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Wakil Bupati Seruyan Ikuti Gerakan Kebugaran Jasmani Peringati Haornas 2026
11 September 2026
Kuala Pembuang – Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag. mengikuti Gerakan Kebugaran Jasmani bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026, Jumat (11/9/2026), di Halaman Mess Pemda, Kuala Pembuang. Kegiatan diawali dengan senam bersama sebagai pemanasan, kemudian dilanjutkan dengan pengukuran kebugaran jasmani menggunakan Metode Rockport, yakni berjalan cepat, jogging atau berlari sejauh 1,6 kilometer sesuai kemampuan masing-masing peserta. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani ASN sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat dan aktif melalui aktivitas olahraga secara rutin. Para peserta menempuh rute yang telah ditentukan dengan mencatat waktu menggunakan aplikasi SIPGAR maupun stopwatch. Setelah menyelesaikan lintasan, peserta melaporkan hasil waktu kepada petugas untuk menentukan kategori tingkat kebugaran, mulai dari kurang, cukup, baik hingga baik sekali. Selain pengukuran kebugaran, kegiatan juga dilengkapi dengan layanan Cek Kesehatan Gratis bagi para peserta. Melalui momentum Haornas Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap semangat berolahraga terus tumbuh di kalangan ASN sehingga tercipta aparatur yang sehat, bugar dan produktif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ketua TP PKK Seruyan Ajak Anak Gemar Makan Ikan Sejak Dini
11 September 2026
Kuala Pembuang – Ketua TP PKK Kabupaten Seruyan, Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, S.E., M.A., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) di TK Kartini, Kelurahan Kuala Pembuang II, Kecamatan Seruyan Hilir, Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya sejak usia dini, mengenai pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Seruyan menekankan bahwa pembiasaan pola hidup sehat perlu dimulai sejak usia dini, salah satunya melalui pemenuhan makanan bergizi dan seimbang. “Anak-anak adalah generasi penerus kita. Karena itu, sejak usia dini kita perlu membiasakan mereka untuk hidup sehat, salah satunya melalui pola makan yang bergizi dan seimbang,” ujarnya. Menurutnya, ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Konsumsi ikan yang cukup juga menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi dalam mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi ikan diharapkan tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga terus dibangun di lingkungan keluarga. Ketua TP PKK Seruyan juga mengajak para guru dan orang tua untuk berperan aktif mengenalkan berbagai makanan bergizi kepada anak serta memberikan contoh dengan membiasakan ikan sebagai salah satu menu makanan keluarga. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Di hadapan anak-anak TK Kartini, Ny. Welduline mengajak mereka untuk semakin menyukai ikan melalui seruan bersama.“Makan ikan!” serunya, yang kemudian disambut anak-anak dengan jawaban, “Sehat dan cerdas!” Ia pun berpesan kepada anak-anak untuk rajin mengonsumsi ikan karena selain memiliki rasa yang enak, ikan dapat diolah menjadi beragam makanan menarik dan kaya akan gizi.“Ayo makan ikan! Ikan enak, ikan bergizi, supaya tubuh sehat, kuat, dan pintar,” pesannya. Lebih lanjut, Ny. Welduline menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan, Kepala TK Kartini beserta para guru dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan GEMARIKAN. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi langkah untuk menumbuhkan kebiasaan positif pada anak-anak agar mencintai dan mengonsumsi ikan sejak dini. “Melalui kebiasaan sederhana ini, kita berharap dapat tumbuh generasi Kabupaten Seruyan yang sehat, cerdas, aktif, dan berkualitas,” ungkapnya. Sementara itu, pelaksanaan GEMARIKAN juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan anak, guru dan keluarga mengenai manfaat konsumsi ikan, mendorong peningkatan Angka Konsumsi Ikan di Kabupaten Seruyan, serta memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan sumber protein hewani. Pada akhir sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Seruyan secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi GEMARIKAN di TK Kartini, Kelurahan Kuala Pembuang II, Kecamatan Seruyan Hilir Tahun 2026.