Berita / Bupati Seruyan Tutup Bimtek...

Bupati Seruyan Tutup Bimtek Servant Leadership, Tekankan ASN Harus Kreatif, Proaktif dan Berorientasi pada Pelayanan Masyarakat

09 October 2026

Berita 96

Prokopim - Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., secara resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Servant Leadership atau Kepemimpinan yang Melayani di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan, bertempat di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kuala Pembuang, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta kualitas kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN), khususnya para pejabat yang memiliki peran strategis dalam menggerakkan organisasi perangkat daerah.

Penutupan kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag., Asisten III Setda Kabupaten Seruyan, Kepala BKPSDM Kabupaten Seruyan, Direktur Alfa Quantum Indonesia sekaligus narasumber Luhut Sagala, para fasilitator, serta seluruh peserta Bimtek.

Mengawali rangkaian penutupan, dua perwakilan peserta menyampaikan pesan dan kesan selama mengikuti pelatihan.

Salah seorang peserta perempuan Hj. Sri Heviana mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan Bimtek yang dinilai mampu memberikan pengalaman pembelajaran berbeda dibandingkan pelatihan kepemimpinan pada umumnya.

Menurutnya, selama tiga hari mengikuti kegiatan, peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya membangun pola pikir sebagai pemimpin yang mengutamakan pelayanan.

Metode pembelajaran yang interaktif, diselingi permainan edukatif dan ice breaking, dinilai mampu menciptakan suasana pelatihan yang menyenangkan sekaligus memperkuat komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan mendengarkan.

"Seorang pemimpin itu harus melayani. Mulailah dari diri kita sendiri, ubah pola pikir kita terlebih dahulu, kemudian kita akan melihat perubahan yang terjadi ke depannya," ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan peserta lainnya Ruspandian Noor menyampaikan bahwa pelatihan tersebut telah membuka wawasan mengenai bagaimana seorang pemimpin harus mampu membimbing, membantu, dan memberdayakan bawahannya, termasuk dalam menghadapi pegawai yang pasif maupun berbagai persoalan di lingkungan kerja.

Para peserta berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Seruyan.

Direktur Alfa Quantum Indonesia, Luhut Sagala, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Bupati serta Wakil Bupati Seruyan terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia aparatur.

Ia mengaku terkesan karena kegiatan tersebut mendapatkan perhatian langsung dari pimpinan daerah, mulai dari pembukaan hingga penutupan pelatihan.

Menurut Luhut, konsep servant leadership bukan sekadar teori kepemimpinan, melainkan nilai pengabdian yang harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang melayani harus dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan kerja, membangun kedisiplinan, memberikan dukungan kepada rekan kerja, serta menciptakan hubungan yang harmonis dalam organisasi.

"Melayani, memberi, dan mendukung. Itulah nilai yang harus terus kita hidupkan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah," pesannya.

Luhut menjelaskan bahwa sebanyak 42 peserta mengikuti pelatihan angkatan pertama tersebut. Selama kegiatan, peserta dibekali berbagai materi pengembangan karakter kepemimpinan, komunikasi efektif, kerja sama, motivasi, dan penerapan nilai-nilai pelayanan

.

Sebagai bentuk apresiasi, tim fasilitator juga memberikan penghargaan kepada sejumlah peserta yang menunjukkan kemampuan menonjol selama pelatihan, di antaranya kategori The Great Motivator kepada Zainal Arifin, Relationship Award kepada Siti Syahidah, The Great Support Award kepada Yasir Subhatno, dan Great Communicator kepada Ridwan.

Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi peserta untuk terus mengembangkan potensi diri serta menerapkan karakter kepemimpinan positif di lingkungan kerja masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag., menyampaikan bahwa kepemimpinan merupakan tanggung jawab yang melekat pada setiap individu.

Menurutnya, setiap orang pada dasarnya memiliki potensi kepemimpinan yang perlu terus digali, dikembangkan, dan diwujudkan melalui sikap serta tindakan nyata.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan Bimtek Servant Leadership yang dinilai sangat penting untuk memperkaya pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan aparatur dalam memimpin organisasi.

Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus mampu memberikan keteladanan sebelum mengharapkan perubahan dari orang lain.

"Seorang pemimpin harus memulai dari dirinya sendiri. Bagaimana bisa memimpin orang lain apabila dirinya sendiri tidak melaksanakan apa yang disampaikan," tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap para peserta dapat menjadi kader-kader pemimpin masa depan yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah.

Sementara itu, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., dalam sambutan sekaligus arahannya menegaskan bahwa pelatihan kepemimpinan harus menjadi momentum untuk membangun semangat baru, memperkuat jati diri, serta meningkatkan kualitas aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Bupati mengingatkan bahwa sebagian besar peserta berada pada jenjang manajemen menengah atau middle management, yang memiliki tanggung jawab penting sebagai penghubung antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan teknis di lapangan.

Menurutnya, pejabat pada jenjang tersebut tidak boleh hanya berfokus pada pekerjaan administratif dan teknis, tetapi juga harus mulai mengembangkan kemampuan berpikir strategis, membina bawahan, memahami kebijakan, serta mempersiapkan diri untuk tanggung jawab kepemimpinan yang lebih tinggi.

"Separuh perhatian harus memahami persoalan teknis dan administratif, sementara separuh lainnya harus diarahkan pada kebijakan dan pemikiran strategis. Siapkan mental untuk menduduki jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi pada waktunya," pesannya.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun karakter ASN yang aktif dan proaktif, bukan sekadar menunggu perintah atau menjalankan pekerjaan secara rutin.

Ia mengingatkan agar aparatur tidak menjadi pribadi yang pasif, sulit bekerja sama, ataupun justru menimbulkan persoalan dalam organisasi.

Sebaliknya, setiap pejabat diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan, memberikan solusi, mengembangkan kemampuan bawahannya, dan menciptakan lingkungan kerja yang produktif.

Bupati menegaskan bahwa peningkatan kualitas aparatur harus bergerak dari sekadar mengetahui suatu pekerjaan menuju kemampuan melaksanakannya secara sistematis, kreatif, dan inovatif.

"Jangan mundur lagi. Kita harus berada pada level kreatif dan inovatif. Aparatur harus aktif, proaktif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi," tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mendorong peserta untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi (communication skill), berpikir konseptual (conceptual skill), dan kemampuan analisis (analytical skill).

Ketiga kemampuan tersebut dinilai sangat penting untuk membentuk pemimpin yang mampu memahami persoalan secara menyeluruh, mengambil keputusan secara tepat, serta mengantisipasi dampak kebijakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari capaian pribadi, tetapi juga dari kemampuannya membangun organisasi dan mengembangkan sumber daya manusia yang dipimpinnya.

Bupati turut membagikan pengalaman kepemimpinannya dalam mengembangkan organisasi dan membina sumber daya manusia, dengan menekankan pentingnya meninggalkan sistem kerja yang baik serta kader-kader penerus yang berkualitas.

Menurutnya, keberhasilan organisasi akan memberikan manfaat yang lebih luas apabila setiap individu di dalamnya mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

"Kalau kita berada dalam birokrasi pemerintahan, tujuan kita bukan mencari laba atau keuntungan, tetapi pengabdian," ujarnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa seluruh perangkat daerah memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan Kabupaten Seruyan.

Oleh karena itu, setiap pejabat harus memahami tugas dan fungsi organisasi, mampu menerjemahkan kebijakan menjadi program kerja, serta mengelola sumber daya secara efektif untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Melalui Bimtek Servant Leadership ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap lahir aparatur yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga berintegritas, komunikatif, inovatif, berjiwa melayani, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Penutupan pelatihan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk terus membangun birokrasi yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik, sehingga setiap program pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Seruyan.

Bagikan

Sebarkan informasi ini dengan cepat

Bagikan ke kanal resmi atau salin tautan halaman agar lebih mudah diteruskan.

Agenda

1

Galeri

1

Berita Lainnya

1