Berita / Bupati Seruyan Buka Pelatiha...

Bupati Seruyan Buka Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi, Dorong Tata Kelola Profesional dan Koperasi Produktif

07 October 2026

Berita 70


Kuala Pembuang – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si. membuka secara resmi Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi di Kabupaten Seruyan, Rabu (7/10/2026), bertempat di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Seruyan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam meningkatkan kompetensi, profesionalisme dan pemahaman pengurus serta pengawas dalam mengelola koperasi agar semakin sehat, aktif, produktif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya maupun masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Seruyan menegaskan bahwa koperasi memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Namun, potensi tersebut hanya dapat berkembang apabila koperasi dikelola secara profesional, memiliki tata kelola yang baik serta didukung SDM yang memahami tugas dan tanggung jawabnya.

“Tujuan kegiatan ini adalah agar semua koperasi, oleh pengurus dan pengawasnya melalui pembinaan pemerintah, dapat berfungsi dan berjalan dengan baik. Karena koperasi merupakan satu entitas atau institusi yang berbadan hukum. Ada area tanggung jawab pengawas, pengurus dan anggota,” ujar Bupati.

Menurutnya, melalui pelatihan tersebut para peserta harus semakin memahami tugas dan fungsi masing-masing, pengelolaan administrasi dan kelembagaan, kondisi keuangan hingga strategi memperbesar volume usaha koperasi.

Bupati juga mendorong koperasi yang telah dikelola secara sehat dan memiliki prospek usaha yang baik agar tidak ragu mengembangkan skala bisnis, termasuk memanfaatkan akses pembiayaan perbankan sesuai ketentuan.

Ia mengingatkan agar koperasi tidak hanya sebatas memiliki nama dan badan hukum, tetapi benar-benar mempunyai aktivitas usaha yang jelas dan memberikan manfaat ekonomi kepada anggotanya.

“Jangan sampai hanya menjadi koperasi papan nama, ada namanya tetapi koperasinya tidak berjalan. Bila dikelola dengan baik, pemerintah konsisten melakukan pembinaan, tata kelolanya baik dan bisnisnya juga dikelola dengan baik, maka koperasi di Kabupaten Seruyan sangat mungkin berkembang dan memberikan SHU yang baik bagi anggotanya,” tegasnya.

Bupati berharap pelatihan ini menjadi sarana untuk melakukan pemetaan terhadap koperasi-koperasi di Kabupaten Seruyan, sehingga koperasi yang memiliki tata kelola dan pengurus yang baik dapat terus didorong untuk meningkatkan volume usahanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya penyelenggaraan kegiatan pemerintah di wilayah Kabupaten Seruyan. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan lokasi pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mempunyai dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan di daerah akan menggerakkan sektor penginapan, konsumsi, UMKM, perdagangan dan berbagai usaha masyarakat lainnya. Dengan demikian, realisasi anggaran pemerintah sekaligus memberikan efek berganda atau multiplier effect terhadap perekonomian lokal.

Karena itu, ia mendorong jajaran Pemerintah Kabupaten Seruyan agar berbagai kegiatan yang memungkinkan untuk dilaksanakan di daerah dapat diprioritaskan berlangsung di Kabupaten Seruyan.

Sementara itu, Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan diikuti sebanyak 100 peserta, terdiri dari 50 pengurus dan 50 pengawas koperasi.

Peserta berasal dari berbagai jenis koperasi di Kabupaten Seruyan, baik koperasi reguler seperti koperasi plasma, koperasi simpan pinjam dan jenis koperasi lainnya, maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, antara lain Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Dekopin Wilayah Kalimantan Tengah serta BPJS Ketenagakerjaan.

Ketua Panitia menjelaskan, peserta terutama diarahkan kepada koperasi yang telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Pelaksanaan dan pelaporan RAT menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan aktivitas dan tata kelola koperasi.

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat sekitar 358 koperasi yang terdaftar di Kabupaten Seruyan. Namun, masih terdapat koperasi yang belum aktif, antara lain ditandai dengan belum dilaksanakannya RAT atau RAT yang telah dilaksanakan tetapi belum dilaporkan.

Sementara untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Seruyan tercatat sebanyak 100 koperasi, yang tersebar di 97 desa dan 3 kelurahan.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Seruyan Adhian Noor, S.IP., M.A.P. dalam sambutannya mengatakan bahwa koperasi merupakan salah satu saka guru perekonomian bangsa yang berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong serta sejalan dengan amanat UUD.

Menurutnya, koperasi didirikan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat serta menyejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

“Koperasi akan mampu mewujudkan tujuannya apabila dikelola secara baik dan benar. Hal tersebut hanya dapat terwujud jika koperasi dikelola secara profesional, dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengurus maupun pengawas sebagai salah satu kunci utama keberhasilan koperasi,” ujarnya.

Pelatihan dilaksanakan selama empat hari dan para peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara sungguh-sungguh sehingga materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan dan pengembangan koperasi masing-masing.

Kepala Dinas juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan ISEI dan berbagai pihak yang selama ini berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam kegiatan pemberdayaan UMKM maupun pengembangan koperasi.

Bupati Seruyan turut menyampaikan apresiasi kepada ISEI, OJK, Lapenkop Dekopin serta seluruh pihak yang mendukung peningkatan kualitas perkoperasian di Kabupaten Seruyan.

Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk menambah wawasan dan kemampuan dalam mengelola koperasi, baik dari aspek keanggotaan, kelembagaan, administrasi, keuangan maupun pengembangan bisnis.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, koperasi plasma maupun koperasi lainnya, menurut Bupati, sama-sama mempunyai peluang untuk berkembang sepanjang dikelola dengan serius, transparan dan profesional.

Pemerintah daerah akan terus melakukan pembinaan agar koperasi tidak hanya aktif secara administratif, tetapi mampu menjadi lembaga ekonomi yang produktif, memiliki usaha yang berkembang dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Manfaatkan waktu ini sebaik mungkin. Jadikan pelatihan ini untuk menambah wawasan sehingga setelah selesai, baik pengurus maupun pengawas memiliki bekal yang semakin kuat untuk mengembangkan koperasinya. Kita ingin koperasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Bupati.

Bagikan

Sebarkan informasi ini dengan cepat

Bagikan ke kanal resmi atau salin tautan halaman agar lebih mudah diteruskan.

Agenda

1

Galeri

1

Berita Lainnya

1