Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan terus memperkuat tata kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan Keluarga Berencana (KB) kepada masyarakat.
Mewakili Bupati Seruyan, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Seruyan, Yudiaansyah, membuka Kegiatan Fasilitasi Diskusi Partisipatif dan Pembinaan Penguatan Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) di Aula Bapperida, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana atau Bangga Kencana di Kabupaten Seruyan.
Dalam sambutan Bupati Seruyan yang dibacakan Yudiaansyah, disampaikan bahwa pembangunan kependudukan merupakan salah satu fondasi penting pembangunan daerah. Pembangunan tidak hanya berbicara mengenai jumlah penduduk, tetapi juga bagaimana mewujudkan masyarakat yang sehat, berkualitas, produktif, serta keluarga yang sejahtera.
Menurutnya, keberadaan Alokon memiliki peran penting dalam menjamin pelayanan KB yang aman, bermutu, mudah diakses dan berkesinambungan. Karena itu, pengelolaan Alokon harus dilaksanakan secara tertib, tepat, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan, mulai dari perencanaan kebutuhan hingga monitoring.
“Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk berdiskusi, mengidentifikasi permasalahan, mencari solusi, dan menyusun langkah tindak lanjut yang konkret,” demikian salah satu pesan Bupati yang disampaikan Yudiaansyah.
Koordinasi antara perangkat daerah, pengelola program, fasilitas pelayanan kesehatan, PKB/PLKB, tenaga kesehatan, kader, serta seluruh pemangku kepentingan juga perlu terus diperkuat. Dengan koordinasi yang baik, kebutuhan Alokon dapat direncanakan lebih akurat, distribusi berjalan tepat waktu, serta pencatatan dan pelaporan dapat dipertanggungjawabkan sehingga pelayanan KB kepada masyarakat tidak mengalami hambatan.
Selain itu, akurasi data menjadi perhatian penting. Data yang valid dan mutakhir harus menjadi dasar perencanaan kebutuhan Alokon sehingga dapat mencegah terjadinya kekurangan persediaan di satu wilayah maupun penumpukan di wilayah lainnya.
Pemkab Seruyan berharap kegiatan tersebut menghasilkan kesamaan pemahaman mengenai tata kelola Alokon, mampu mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, melahirkan solusi dan tindak lanjut, serta semakin memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana.
Pada kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa keberhasilan program KB bukan semata-mata diukur dari tersedianya Alokon, melainkan dari sejauh mana masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan KB yang berkualitas serta mampu merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik.
“Dari tata kelola yang baik, lahir pelayanan yang berkualitas. Dari pelayanan yang berkualitas, lahir keluarga yang sehat dan sejahtera. Dan dari keluarga yang sehat dan sejahtera, akan lahir sumber daya manusia Kabupaten Seruyan yang berkualitas,” sebagaimana tertuang dalam sambutan Bupati.