Palangka Raya — Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag., menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Keberangkatan Jamaah Haji Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 1447 H/2026 M yang dilaksanakan di Aula Eka Hapakat, Lantai III, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Selasa 31/3/2026.
Rapat koordinasi tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edi Pratowo, S.Sos., M.M. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini harus dipersiapkan secara matang melalui koordinasi yang baik serta kerja sama yang solid, agar para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
Menurutnya, rapat koordinasi ini memiliki peran yang sangat penting sebagai wadah untuk menyatukan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh aspek penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari administrasi, kesehatan, akomodasi, hingga transportasi, dapat berjalan dengan baik dan tanpa kendala.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyinggung kondisi global yang saat ini tengah diwarnai konflik di berbagai wilayah dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah. Ia mengimbau seluruh pihak untuk terus mengikuti dan mencermati arahan pemerintah pusat, baik dari Presiden, para menteri, maupun berbagai institusi nasional dan internasional.
Ia berharap situasi konflik yang terjadi dapat segera berakhir, mengingat dampaknya sangat luas, tidak hanya bagi negara yang terlibat secara langsung, tetapi juga terhadap stabilitas dan sendi-sendi kehidupan negara lain, baik di kawasan sekitar maupun secara global. Menurutnya, perang dalam bentuk apa pun tidak membawa keuntungan, melainkan justru menimbulkan kerugian besar bagi kemanusiaan dan pembangunan.
“Oleh karena itu, patut kita syukuri bahwa Indonesia hingga saat ini tetap berada dalam kondisi yang relatif aman dan stabil,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa di tengah situasi global yang tidak menentu, pemerintah harus terus berupaya menjaga stabilitas nasional melalui koordinasi yang kuat antarlembaga serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk unsur politik dan masyarakat.
Hal tersebut dinilai penting agar dampak dari dinamika global tidak secara langsung mengganggu kondisi dalam negeri, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan energi seperti BBM dan gas. Pemerintah, lanjutnya, saat ini terus mencari berbagai alternatif dan terobosan agar tidak terlalu bergantung pada negara lain.
Upaya tersebut merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengantisipasi dampak dari situasi global yang tidak menentu. Ia pun mengajak seluruh elemen untuk terus mendukung langkah-langkah pemerintah agar stabilitas nasional dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan yang ada.