Kuala Pembuang – Prokopim. Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., sampaikan pesan mendalam pada Servant Leadership Batch 2 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan yang berlangsung di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kuala Pembuang, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur, khususnya membentuk pemimpin yang profesional, berintegritas, kreatif, inovatif, serta memiliki semangat melayani masyarakat.
Manfaat pelatihan tersebut dirasakan langsung oleh para peserta, yang mengaku mendapatkan pengalaman, pengetahuan, serta perubahan cara pandang mengenai kepemimpinan dan pentingnya membangun kerja sama dalam organisasi.
Direktur Alfa Quantum, Luhut Sagala, dalam penyampaiannya mengapresiasi antusiasme, kedisiplinan, dan komitmen para peserta selama mengikuti pelatihan.
Luhut menyebut para peserta sebagai pemimpin dengan semangat baru yang diharapkan mampu mendukung Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah.
Menurutnya, kepemimpinan bukan sekadar jabatan atau kedudukan, melainkan sebuah panggilan, kehormatan, kepercayaan, dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan ketulusan.
Ia menekankan bahwa karakter kepemimpinan yang melayani harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan, disiplin, menghargai orang lain, membantu sesama, dan memberikan keteladanan tanpa harus menunggu perintah.
"Pelayanan dimulai dari diri sendiri. Jangan merasa terlalu tinggi untuk melayani, jangan terlalu besar untuk mengampuni, dan jangan merasa paling hebat sehingga tidak mau belajar dari orang lain," pesannya.
Luhut juga mengungkapkan bahwa tingkat kedisiplinan peserta selama pelatihan mencapai sekitar 99 persen. Hal tersebut dinilainya mencerminkan kesungguhan aparatur dalam mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan diri.
Ia berharap semangat, nilai-nilai, dan keterampilan yang telah diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurutnya, apabila sebagian besar materi yang dipelajari mampu diterapkan secara konsisten, perubahan besar dapat tercipta dalam budaya kerja, kualitas kepemimpinan, dan pelayanan publik di Kabupaten Seruyan.
Sementara itu, Bupati Seruyan dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan kepemimpinan harus menjadi momentum perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur pemerintah daerah.
Bupati mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir, memperluas pengetahuan, serta tidak cepat merasa puas dengan kemampuan yang telah dimiliki.
Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan mencapai prestasi apabila mau belajar, berusaha, serta memaksimalkan potensi yang dimiliki.
Bupati menjelaskan bahwa proses pengembangan kemampuan aparatur harus bergerak secara bertahap, mulai dari tidak tahu menjadi tahu, kemudian mampu bekerja secara sistematis, berkembang menjadi kreatif, hingga akhirnya melahirkan inovasi.
Ia menekankan bahwa aparatur pemerintah tidak cukup hanya memahami tugas dan menjalankan pekerjaan berdasarkan rutinitas. Seorang pemimpin harus mampu membaca situasi, menentukan prioritas, mencari solusi, dan menciptakan cara kerja yang lebih efektif serta efisien.
"Saya berharap setelah pendidikan ini, Bapak dan Ibu tidak hanya berada pada level sistematis dalam mengelola, melaksanakan, bahkan memimpin satuan kerja, tetapi sudah berada pada level kreatif," tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati mendorong seluruh pejabat untuk berani melangkah menuju kepemimpinan yang inovatif, yakni mampu menghadirkan gagasan baru dan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi maupun masyarakat.
Ia menilai kreativitas dan inovasi tidak harus menunggu seseorang menduduki jabatan tertinggi. Setiap aparatur, pada posisi dan tanggung jawab masing-masing, memiliki peluang untuk memberikan kontribusi serta menghadirkan perubahan positif.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menghubungkan setiap langkah dan kebijakan organisasi dengan ketentuan yang berlaku, tujuan perangkat daerah, serta visi dan misi pembangunan Kabupaten Seruyan.
Menurutnya, pemimpin yang baik harus mampu membangun komunikasi, berdialog, berinteraksi, dan menggerakkan seluruh potensi organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
"Setelah mengetahui apa itu kepemimpinan yang melayani, bagaimana berkomunikasi, berdialog, dan berinteraksi, kemudian melihat regulasi, tujuan organisasi, serta visi dan misi Bupati, di situlah tantangannya. Bapak dan Ibu harus kreatif dan inovatif," pesannya.
Melalui pelatihan Servant Leadership ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap lahir pemimpin-pemimpin aparatur yang tidak hanya memiliki kemampuan administratif dan manajerial, tetapi juga berkarakter kuat, peduli terhadap bawahan, mampu bekerja dalam tim, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.
Peningkatan kualitas kepemimpinan tersebut diharapkan membawa manfaat langsung bagi penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari penguatan koordinasi antarperangkat daerah, peningkatan kedisiplinan dan produktivitas ASN, percepatan penyelesaian persoalan, hingga terciptanya pelayanan publik yang lebih responsif, efektif, dan berkualitas.
Dengan berakhirnya pelatihan Batch 2, para peserta diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di unit kerja masing-masing, sekaligus membuktikan bahwa investasi pemerintah daerah dalam pengembangan kompetensi aparatur mampu menghasilkan dampak nyata bagi kemajuan Kabupaten Seruyan.
Semangat kepemimpinan yang melayani, kreatif, dan inovatif diharapkan terus tumbuh menjadi budaya kerja aparatur, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kabupaten Seruyan.