BUPATI SERUYAN PIMPIN PENANDATANGANAN KESEPAKATAN BERSAMA DENGAN KALEKA.

08 April 2026

Jakarta, 8 April 2026. Bupati Seruyan hadiri dan pimpinan Penandatangan Kesepakatan Bersama dengan Yayasan Lembaga Penelitian Kaleka Indonesia (sebelum Inobu), yang telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Seruyan sejak tahun 2014. Sebagai mitra, Kaleka terus melakukan pengembangan kolaborasi untuk mendukung program program daerah yaitu Sertifikasi Yurisdiksi dan Gawi Bapakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Berbicara mengenai investor, bahwa para investor adalah individu-individu yang telah melalui proses panjang-belajar, berdiskusi, menempa diri, hingga membangun kapasitas dan pengalaman. Oleh karena itu, kehadiran investor bukan hanya membawa modal, tetapi juga membawa teknologi, jaringan dan kepercayaan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah.


Namun demikian, pembangunan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kita membutuhkan kolaborasi yang luas, melibatkan pemerintah, masyarakat, dibidang usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga tokok-tokoh agama. Semua harus terintegrasi dalam satu arah kebijakan yang jelas dengan tujuan utama yaitu memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat secara berkelanjutan. Dalam mendorong investasi, kita harus mulai dari pembenahan sektor hulu. Infrastruktur yang baik, distribusi yang lancar, serta produksi daerah yang aman dan tertib akan menjadi daya tarik utama bagi investor. Ditambah dengan potensi kebun masyarakat yang luas dan produktif, hal ini menjadi kekuatan besar yang harus kita optimalkan.


Kita patut bersyukur bahwa sebagian kebun sawit kita telah berkembang selama 20 hingga 25 tahun. Ini menjukkan adanya pengalaman dan kesadaran yang terus tumbuh. Tinggal bagaimana kita memperkuat regulasi serta implementasinya di lapangan, agar produk kita mampu bersaing di tingkat internasional. Mengingat dalam perjalanan pembangunan, kita tentu menghadapi berbagai tantangan baik keterbatasan anggaran, dinamika kebijakan, maupun kondisi politik. Namun dalam sistem demokrasi perbedaan adalah hal yg wajar. Yang terpenting adalah kita tetap fokus pada tujuan utama yaitu pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam kondisi keterbatasan ini kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Kita harus mampu tegas terhadap aktivitas yang merusak, seperti pertambangan ilegal yang menggunakan bahan berbahaya. Hal ini tidak merusak alam tetapi juga membahayakan masyarakat dan masa depan generasi kita.