Bupati Seruyan Dorong Pemberdayaan Pelaku Industri Kecil Dan Menengah (IKM) Rotan Melalui Audiensi Dengan Ditjen IKMA.

08 July 2026



Bertempat di Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Jakarta, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si. melaksanakan Audiensi Pemberdayaan Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Rotan Kabupaten Seruyan, Rabu (8/7/2026).



Audiensi tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan potensi industri kerajinan rotan Kabupaten Seruyan sekaligus menyampaikan kondisi dan kebutuhan para pelaku IKM rotan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Seruyan juga memohon dukungan pemerintah pusat dalam peningkatan kapasitas produksi melalui penyediaan teknologi dan peralatan, guna meningkatkan daya saing produk rotan agar memiliki nilai tambah dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional.



Dalam paparannya, Bupati Seruyan menyampaikan bahwa rotan merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang telah lama menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Selain dipasarkan sebagai bahan baku, rotan juga telah diolah menjadi berbagai produk kerajinan seperti anyaman, keranjang, tas, suvenir, hingga produk dekoratif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.



Bupati juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Seruyan terus mendorong peningkatan kapasitas para pengrajin melalui berbagai program pelatihan dan pembinaan. Namun demikian, proses produksi masih menghadapi sejumlah kendala, khususnya pada tahapan pembelahan dan penipisan rotan yang masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan proses produksi membutuhkan waktu lebih lama serta berisiko mengakibatkan rotan patah maupun cacat, sehingga berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas hasil kerajinan.



Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Seruyan mengusulkan dukungan berupa mesin pembelah dan mesin penipis rotan yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses produksi, mengurangi risiko kerusakan bahan baku, serta meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh para pelaku IKM.



Menanggapi hal tersebut, pihak Direktorat Jenderal IKMA menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam mengembangkan industri kerajinan rotan. Direktorat memahami kebutuhan akan peralatan produksi, namun menjelaskan bahwa saat ini pemerintah pusat juga sedang melakukan efisiensi anggaran sehingga belum tersedia program bantuan langsung berupa mesin.



Meskipun demikian, Direktorat Jenderal IKMA menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Seruyan terus berkoordinasi dengan tim pendamping sentra IKM dan Direktorat terkait untuk memperoleh pendampingan serta fasilitasi pengembangan IKM secara bertahap.



Selain itu, Direktorat Jenderal IKMA juga memperkenalkan Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku IKM. Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat membeli mesin terlebih dahulu, kemudian mengajukan permohonan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) untuk dilakukan proses verifikasi dan penilaian. Apabila memenuhi persyaratan, biaya pembelian mesin dapat memperoleh penggantian (reimburse) sesuai ketentuan yang berlaku.



Agenda

1

Galeri

1

Berita Lainnya

1