Berita / Bupati Seruyan Dampingi Danr...

Bupati Seruyan Dampingi Danrem Turun Langsung ke Titik Api di Kawasan TNTP, Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla

16 October 2026

Berita 99


Kuala Pembuang – Prokopim, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., mendampingi Komandan Korem (Danrem) 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si. bersama Komandan Kodim 1015/Sampit turun langsung meninjau titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), tepatnya di wilayah Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kamis (15/10/2026).

Peninjauan lapangan tersebut merupakan langkah konkret dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Seruyan dengan jajaran TNI guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di kawasan konservasi tersebut.

Bupati Seruyan menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah bersama jajaran TNI di lokasi bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi kebakaran sekaligus menyusun langkah strategis dalam upaya pemadaman dan pencegahan meluasnya titik api.

"Hari ini kita turun ke lapangan bersama TNI, dalam hal ini Pak Danrem dan Pak Dandim 1015/Sampit. Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, kita akan menyusun rencana aksi untuk memitigasi berbagai kemungkinan sekaligus melakukan upaya pemadaman terhadap api yang masih menyala," ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Seruyan berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap upaya penanganan Karhutla, baik melalui penyediaan sarana dan prasarana, peralatan, maupun pengerahan personel yang dibutuhkan.

"Pemerintah daerah siap mendukung pengerahan anggota ke lokasi ini, termasuk penyediaan sarana-prasarana, peralatan, tenaga, serta berbagai dukungan lainnya melalui BPBD Kabupaten Seruyan. Prinsipnya, kita siap terlibat dan mendukung sepenuhnya upaya pemadaman api di kawasan Tanjung Puting," tegasnya.

Sementara itu, Danrem menjelaskan bahwa peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan melalui konferensi video bersama jajaran pimpinan terkait, untuk segera mengambil langkah cepat dalam mencegah meluasnya kebakaran di kawasan TNTP.

Menurutnya, peninjauan awal ini menjadi bagian dari persiapan pengerahan personel, peralatan, serta dukungan logistik yang akan ditempatkan di lokasi terdampak.

"Ini merupakan tindak lanjut dari perintah Bapak Presiden untuk segera memprioritaskan pencegahan perluasan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Tanjung Puting. Setelah peninjauan ini, personel, materiil, dan logistik akan segera dikerahkan ke lokasi untuk meminimalisir dampak Karhutla," jelas Danrem.

Ia juga berharap langkah penanganan yang dilakukan dapat menekan penyebaran asap sehingga tidak semakin berdampak terhadap wilayah Kota Pangkalan Bun, termasuk aktivitas penerbangan di bandara setempat.

Lebih lanjut, Bupati Seruyan menekankan pentingnya langkah antisipasi jangka panjang, terutama dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Seruyan akan melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap kawasan rawan kebakaran, mulai dari wilayah perkotaan, persawahan, perkebunan, hingga kawasan hutan dan konservasi.

"Kemarau panjang ini menjadi catatan penting bagi kita. Ke depan, kita akan melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah rawan kebakaran, baik di kawasan perkotaan, persawahan, perkebunan, maupun di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting," ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa hampir separuh kawasan Taman Nasional Tanjung Puting berada dalam wilayah administratif Kabupaten Seruyan. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan penanganan bersama untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis penting tersebut.

"Kita harus lebih tanggap dan lebih cepat dalam mengantisipasi kejadian seperti ini. Tentunya melalui sinergi bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD, dan seluruh pihak terkait agar kejadian serupa dapat diantisipasi lebih dini," tambahnya.

Selain mengoptimalkan keterlibatan aparat dan instansi terkait, Bupati turut mengajak pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, serta pihak perusahaan perkebunan untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Ia menjelaskan bahwa upaya penanganan tidak hanya difokuskan pada kawasan TNTP, tetapi juga dilakukan di sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Seruyan melalui keterlibatan tim gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak perkebunan.

"Kita berharap dengan adanya pengerahan personel TNI dan keterlibatan seluruh pihak, kebakaran dapat segera dikendalikan dan dampak asap bisa berkurang. Kami juga meminta partisipasi masyarakat, pemerintah desa, dan kecamatan agar bersama-sama terlibat dalam penanganan ini," harapnya.

Bupati menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pengendalian kebakaran, sekaligus melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas sosial ekonomi dari dampak kabut asap.

Melalui peninjauan langsung ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama jajaran TNI dan seluruh pemangku kepentingan berupaya memperkuat langkah penanganan terpadu agar kebakaran tidak semakin meluas, khususnya di kawasan selatan Taman Nasional Tanjung Puting yang berada di sekitar wilayah Kuala Pembuang.

"Harapan kita bersama, kebakaran ini dapat segera ditangani dan luasan lahan yang terbakar bisa ditekan. Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kebanggaan Indonesia yang juga menjadi bagian dari kekayaan alam dunia. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikannya," pungkas Bupati.

Bagikan

Sebarkan informasi ini dengan cepat

Bagikan ke kanal resmi atau salin tautan halaman agar lebih mudah diteruskan.

Agenda

1

Galeri

1

Berita Lainnya

1